AGUSTUS 14-15, 19-20, 2025
Materi PKKMB Fakultas Pertanian Universitas Lampung 2025 – Hari Pertama
1. Pimpinan dan Struktur Organisasi Fakultas
Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) dipimpin oleh
1) Dr. Ir. Kuswanta Futas Hidayat, M.P. sebagai Dekan periode 2023–2027.
2) Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerjasama dijabat oleh Prof. Dr. Ir. Purnomo, M.S.,
3) Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan dijabat oleh Dr. Qadar Hasani, S.Pi., M.Si.,
4) Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni dijabat oleh Dr. Agustiansyah, S.P., M.Si.
5) Staf pendukung fakultas antara lain Heru Setyawan, S.P., M.M., Mira Sari, S.E., M.S.Ak., dan M. Zuhri Zaman, S.I.Kom.
Fakultas Pertanian memiliki 10 jurusan dan 15 program studi sarjana, 5 program magister, serta 1 program doktor. Dosen aktif berjumlah 260 orang, terdiri dari 33 PNS dan 2 PPPK. FP Unila juga telah menerapkan sistem Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK).
2. Visi Fakultas Pertanian 2025–2029
Menjadi pusat unggulan berdaya saing global dalam pendidikan, riset, dan inovasi biomassa tropika untuk ketahanan pangan dan energi berkelanjutan.
3. Sistem Pendidikan Tinggi dan Perkuliahan
Pendidikan tinggi terdiri dari empat elemen utama yaitu mahasiswa, dosen, lulusan, dan institusi. Tujuan pendidikan tinggi adalah mencetak lulusan yang cerdas, kompeten, berintegritas, dan inovatif.
Kompetensi lulusan yang diharapkan meliputi kemampuan berkomunikasi secara lisan dan tertulis, berpikir kritis dan analitis, bekerja dalam tim, menguasai IPTEK, serta mandiri dan bertanggung jawab.
Struktur akademik meliputi jurusan sebagai unit pelaksana akademik di bawah fakultas dan program studi sebagai penyelenggara kurikulum. Beban studi untuk jenjang sarjana berkisar antara 144–160 SKS dalam waktu 4–6 tahun, magister 54–56 SKS (2–4 tahun), dan doktor 42–48 SKS (4–6 tahun). Sistem Kredit Semester (SKS) digunakan dalam proses pembelajaran, di mana 1 SKS setara dengan 50 menit tatap muka, 60 menit penugasan, dan 60 menit aktivitas mandiri per minggu.
Mahasiswa diwajibkan mengambil mata kuliah sesuai kemampuan. Sanksi akademik yang diberlakukan mencakup teguran, nilai E, skorsing, hingga Drop Out (DO). Mahasiswa bisa dikenai DO jika pada semester 4 belum mencapai 90 SKS dengan IPK di bawah 2.00, atau pada semester 8 belum mencapai 80 SKS dengan IPK di bawah 2.00, serta belum menyelesaikan studi dalam 14 semester atau tidak membayar UKT selama dua semester berturut-turut.
4. Norma, Etika, dan Tata Krama Kampus
Mahasiswa dituntut menjaga etika dan sopan santun, seperti berpakaian rapi dan sopan, tidak merokok di area kampus, tidak membuat kegaduhan, serta menjaga nama baik institusi. Mahasiswa juga dilarang menyebarkan ujaran kebencian, fitnah, kekerasan, dan informasi bohong di lingkungan akademik.
5. Hak dan Kewajiban Mahasiswa
Mahasiswa memiliki hak memperoleh pendidikan dan layanan akademik yang berkualitas, bimbingan dari dosen, akses fasilitas kampus, perlindungan terhadap kekerasan dan diskriminasi, serta berpartisipasi dalam organisasi kemahasiswaan.
Kewajiban mahasiswa meliputi pembayaran biaya pendidikan, menaati peraturan kampus, menjaga ketertiban dan keamanan, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, menyelesaikan studi tepat waktu, serta menghormati ilmu pengetahuan dan teknologi.
6. Plagiarisme dalam Dunia Akademik
Plagiarisme adalah tindakan mengambil atau meniru karya ilmiah orang lain tanpa izin atau tanpa mencantumkan sumber. Contohnya termasuk menyalin tugas kuliah, laporan praktikum, dan skripsi. Penyebab umum adalah ketidaktahuan, sikap cuek, dan manajemen waktu yang buruk.
Dampaknya antara lain merusak integritas akademik, menurunkan kualitas lulusan, dan menghambat pengembangan soft skills. Mahasiswa dianjurkan untuk menghindari plagiarisme dengan belajar mengutip yang benar, memahami kode etik akademik, dan mengembangkan kejujuran intelektual.
7. Revolusi Industri 4.0 dan Era Digital
Revolusi industri telah berkembang dari era mekanisasi (1.0), penggunaan listrik (2.0), otomasi dan teknologi informasi (3.0), hingga era digital dan integrasi sistem cerdas (4.0). Ciri utama industri 4.0 adalah kolaborasi antara manusia, mesin, dan sistem berbasis data besar (big data) dan kecerdasan buatan (AI).
Teknologi utama yang berkembang di era ini meliputi Internet of Things (IoT), AI, big data, cloud computing, augmented reality, robotika, dan 3D printing. Dampaknya mencakup perubahan cara kerja, perdagangan, hingga layanan publik. Mahasiswa harus siap menghadapi tantangan ini dengan menjadi adaptif, inovatif, dan kompeten secara digital.
8. Ekosistem Pendidikan Tinggi
Ekosistem pendidikan tinggi terdiri dari seluruh komponen yang saling mendukung dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan inovatif. Unsur-unsur penting meliputi mahasiswa, dosen, program studi, riset, kerja sama, dan inovasi.
Faktor yang mendukung daya saing bangsa dalam inovasi adalah sumber daya manusia (45%), jaringan dan kemitraan (25%), teknologi (20%), dan sumber daya alam (10%).
9. Organisasi Mahasiswa Fakultas Pertanian
Organisasi mahasiswa menjadi sarana untuk mengembangkan soft skills, jiwa kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta jaringan pertemanan. Di Fakultas Pertanian, organisasi mahasiswa antara lain BEM, DPM, HIMASEPERTA, HIMAGRO, HIMAPIR, HMJ THP, PERMA AGT, PERMA TEP, GAMATALA, dan FOSSI.
Manfaat mengikuti organisasi mahasiswa meliputi peningkatan rasa tanggung jawab, kemampuan mengelola kegiatan, kerja sama tim, dan keterlibatan sosial.
10. Nilai dan Karakter Fakultas Pertanian
Fakultas Pertanian memiliki budaya kerja yang dikenal dengan singkatan BERKARYA, yaitu Bersih, Efektif, Religius, Kolaboratif, Akuntabel, Responsif, dan Yakin. Nilai-nilai ini menjadi panduan dalam seluruh aktivitas akademik dan kemahasiswaan.
11. Kemitraan dan Beasiswa
Fakultas Pertanian menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk menunjang kegiatan akademik dan kemahasiswaan, termasuk dalam bentuk program magang dan beasiswa. Beberapa mitra di antaranya adalah PT Adaro, PT Charoen Pokphand, Bank Indonesia, Danam Plus, JHL Merah Putih Kasih, Beasiswa Karya Salemba, dan lainnya.
12. Target Akademik Mahasiswa
Fakultas Pertanian menargetkan agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu (≤ 8 semester), aktif dalam kegiatan kampus, mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta mampu bersaing di tingkat nasional dan global.
PKKMB Universitas Lampung 2025 HARI KE 1
Tema: Mahasiswa Tangguh, Inklusif, dan Berdampak demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045
Profil Universitas Lampung (Unila)
Universitas Lampung atau Unila didirikan pada tahun 1965 sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia. Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi fakultas pertama yang dibentuk. Sejak saat itu, Unila terus mengalami perkembangan pesat dan kini menjadi salah satu kampus unggulan di tanah air.
Profil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Saat ini, jabatan Menteri Pendidikan diemban oleh Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Fokus utama beliau adalah membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan yang berbasis pada inovasi dan pemanfaatan teknologi.
Materi 1: Pengembangan Karakter Mahasiswa
Disampaikan oleh AKBP Vicky Diulkarna’in, M.M.
Mahasiswa sebagai agen perubahan bangsa perlu membentuk karakter yang kuat dan dapat diandalkan. Untuk itu, dikenalkan konsep SIKOKO yang terdiri dari lima unsur utama, yaitu Silaturahmi, Komunikasi, Kolaborasi, Konsultasi, dan Do (melakukan tindakan nyata).
Selain itu, mahasiswa juga harus siap menghadapi berbagai hambatan dan tantangan hidup, yang terangkum dalam singkatan AGHTR: Ancaman, Gangguan, Halangan, Tantangan, dan Rintangan. Kelima hal ini harus disikapi dengan semangat dan sikap mental yang tangguh.
Dalam konteks dunia yang terus berkembang, konsep Society 5.0 menjadi penting. Ini adalah gagasan tentang masyarakat modern yang mengandalkan teknologi seperti Artificial Intelligence dan Big Data untuk memecahkan persoalan sosial. Informasi dari dunia nyata dikumpulkan, dianalisis oleh sistem digital, lalu diterapkan kembali dalam kehidupan masyarakat sebagai solusi nyata.
Generasi muda yang ingin mendorong Indonesia menuju masa depan emas pada 2045 harus mampu menghadapi berbagai tantangan serius seperti ketimpangan ekonomi, terbatasnya akses pendidikan, dan meningkatnya intoleransi. Oleh karena itu, sistem pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tapi juga pada pembentukan karakter, etika, tanggung jawab sosial, serta keteladanan.
Materi 2: Transformasi Bandar Lampung Menuju Kota Metropolitan
Disampaikan oleh Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T.
Bandar Lampung direncanakan menjadi kota metropolitan dengan fokus pada peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, dan daya saing daerah. Dalam mendukung rencana pembangunan jangka panjang ini, Universitas Lampung telah menyusun roadmap hingga tahun 2045, yang terdiri dari:
2022–2025: Penguatan pembelajaran berbasis riset
2026–2030: Penguatan inovasi
2031–2035: Pengembangan universitas riset dan awal universitas kewirausahaan
2036–2040: Penguatan sebagai universitas kewirausahaan
2041–2045: Konsolidasi dan stabilitas sebagai universitas kewirausahaan
Untuk menjamin mutu pendidikan, Unila juga aktif dalam memperoleh akreditasi internasional. Hingga kini, 1 program studi telah mendapat akreditasi RSC, 15 program studi telah diakreditasi oleh ASIIN, dan 14 program studi lainnya memperoleh akreditasi FIBAA.
Rektor Unila juga merancang strategi pembangunan kampus yang disebut dengan BE STRONG, yang meliputi Business sector, Empowerment of human resources, Services for community, Teaching, Research, Organizational partnerships, Network infrastructure, dan Good university governance.
Materi 3: Peran Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri
Disampaikan oleh Pariyanto, S.IP., dari Kesbangpol Kota Bandar Lampung
Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teknologi, tapi juga tetap menjaga integritas dan nasionalisme. Di tengah derasnya arus digitalisasi, penting bagi mahasiswa untuk tetap menjunjung tinggi etika, prestasi, serta menghormati simbol-simbol kebangsaan seperti Bendera Merah Putih. Perguruan tinggi harus menjadi tempat pembinaan generasi yang berkarakter dan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi.
Materi 4: Kehidupan Berbangsa, Bernegara, dan Bela Negara
Disampaikan oleh Brigjen TNI Haryantana, S.H., Komandan Korem 043/Garuda Hitam
Materi ini menyoroti pentingnya semangat bela negara di kalangan mahasiswa. Sebagai bagian dari komponen bangsa, mahasiswa harus tanggap terhadap berbagai ancaman yang dapat mengganggu kestabilan nasional.
Ancaman tersebut antara lain:
Radikalisme dan Terorisme: Kasus penangkapan teroris yang masih terjadi menandakan bahwa ideologi ekstrem masih mengintai, terutama di kalangan muda.
Permasalahan Sosial dan Ekonomi: Ketimpangan ekonomi berpotensi memicu konflik sosial dan ketegangan budaya.
Ancaman Narkoba: Indonesia berada dalam kondisi darurat narkoba. Jenis-jenis narkotika seperti sabu, ganja, dan ekstasi tersebar luas dan banyak disita aparat. Mahasiswa diharapkan turut ambil bagian dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
Melalui materi-materi tersebut, PKKMB Unila 2025 berupaya menanamkan kesadaran bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya soal menuntut ilmu, tetapi juga membentuk jati diri sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan.
Overall sih 8/10. Kegiatannya udah keren
PKKMB UNIVERSITAS LAMPUNG 2025 HARI KE 2
1. Peran Mahasiswa di Era Digital & Pengembangan Kemahasiswaan
Pemateri: Prof. Dr. Sunyono, M.Si. – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni
Di era digital, mahasiswa diharapkan bukan hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknologi, literasi digital, dan soft skills yang kuat.
Peran Mahasiswa di Era Digital:
Beradaptasi dengan Teknologi: Menguasai aplikasi pembelajaran, software, platform daring, coding, manajemen data, dan penggunaan media sosial yang produktif.
Kolaborasi Daring: Mampu bekerja sama melalui platform virtual seperti Zoom, Google Meet, atau Microsoft Teams.
Strategi Berkembang di Era Digital:
1. Pola Pikir – Belajar Sepanjang Hayat
1) Terus mempelajari teknologi baru.
2) Memantau tren teknologi global dan lokal.
3) Menumbuhkan motivasi belajar mandiri.
2. Literasi Digital
1) Memilah informasi yang akurat.
2) Menjaga etika digital.
3) Mengomunikasikan ide secara efektif.
3. Berkontribusi pada Inovasi
Mengembangkan solusi kreatif seperti aplikasi pembelajaran atau kesehatan.
Aktif dalam startup, riset, atau komunitas digital.
Memanfaatkan big data untuk analisis sosial dan ekonomi.
4. Ketahanan Diri
Fleksibel menghadapi perubahan.
Berpikir kritis.
Mengelola stres dengan olahraga, meditasi, atau mentoring.
Pergeseran Metode Pengajaran:
Pembelajaran daring interaktif.
Blended learning (tatap muka + online).
Penilaian berbasis teknologi.
Pengembangan Kemahasiswaan:
Fokus pada soft skills, karakter, komunikasi, kerja sama tim, dan kewirausahaan.
Program Belmawa 2025:
Meliputi PIMNAS, MTQMN, POMNAS, PILMAPRES, LIDM, KRI, ON-MIPA, KMHE, SATRIA DATA, dan lainnya. Mahasiswa Unila telah membuktikan prestasi di tingkat nasional.
2. Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Kampus
Pemateri: Prof. Dr. Novita Tresiana, M.Si. – Satgas PPKPT Unila
Tentang Satgas PPKPT:
Satgas ini dibentuk untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, sesuai Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021.
Layanan yang Disediakan:
Pelaporan dan pendampingan psikologis.
Bantuan hukum.
Dukungan akademis dengan jaminan kerahasiaan.
Skrining kesehatan mental melalui UPA BK.
Peran UPA BK:
Bimbingan dan konseling umum.
Penanggulangan kasus kekerasan akademik.
Koordinasi dengan Tim Layanan Kekerasan Perguruan Tinggi.
3. Program P4GN Pencegahan dan Pemberantasan Narkotika
Pemateri: Tim Satgas P4GN & dr. Tri Umiana Soleha, M.Kes. – “Klinik Unila Be Smart Be Healthy”
Latar Belakang:
UPA BK Unila menjadi motor penggerak program P4GN dengan menggandeng BNN, LSM, dan organisasi rehabilitasi.
Strategi P4GN:
1. Edukasi & Kampanye Kesadaran – Sosialisasi bahaya narkotika kepada sivitas akademika.
2. Pendampingan & Kebijakan Internal – Membangun budaya kampus sehat dan responsif terhadap kasus penyalahgunaan narkoba.
3. Kolaborasi Eksternal – Kerja sama dengan BNN dan mitra lainnya, hingga menerima penghargaan dari BNN Provinsi Lampung.
4. Pengembangan Literasi & Inovasi – Kampanye preventif dan peningkatan literasi narkotika.
5. Koordinasi Layanan – Penentuan alur layanan dan peran masing-masing pihak.
4. Fasilitas Kesehatan Tingkat 1 & Program BERSINAR (Bebas dari Narkoba)
Pemateri: Poliklinik Unila
Tujuan:
Meningkatkan kesadaran dan peran aktif mahasiswa dalam P4GN melalui edukasi, layanan kesehatan, dan pendampingan.
Upaya Preventif:
Screening dini penyalahgunaan narkotika.
Edukasi langsung bahaya narkoba.
Pelayanan kesehatan untuk konsultasi atau pertolongan.
Layanan Pendukung:
Konsultasi psikologis melalui e-Konseling.
Rawat jalan di Klinik Unila.
Pendampingan khusus korban penyalahgunaan narkoba.
Kemitraan strategis dengan institusi anti-narkoba.
Program Edukasi & Pencegahan:
Roadshow edukasi ke fakultas-fakultas.
Sosialisasi PKKMB.
Pendidikan untuk organisasi mahasiswa.
Pembentukan relawan anti-narkoba.
Kampanye digital dan media sosial.
Hari kedua PKKMB makin seru, apalagi ada penampilan dari UKM-UKM yang ada di Universitas Lampung. Acaranya rame dan nggak ngebosenin. Aku kasih rating 9/10 deh
Rangkuman Materi PKKMB Fakultas Pertanian Universitas Lampung 2025 –
PKKMB DAY-3
1. Pimpinan dan Struktur Organisasi Fakultas
Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) dipimpin oleh Dr. Ir. Kuswanta Futas Hidayat, M.P. sebagai Dekan periode 2023–2027. Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerjasama dijabat oleh Prof. Dr. Ir. Purnomo, M.S., Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan dijabat oleh Dr. Qadar Hasani, S.Pi., M.Si., dan Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni dijabat oleh Dr. Agustiansyah, S.P., M.Si. Staf pendukung fakultas antara lain Heru Setyawan, S.P., M.M., Mira Sari, S.E., M.S.Ak., dan M. Zuhri Zaman, S.I.Kom.
Fakultas Pertanian memiliki 10 jurusan dan 15 program studi sarjana, 5 program magister, serta 1 program doktor. Dosen aktif berjumlah 260 orang, terdiri dari 33 PNS dan 2 PPPK. FP Unila juga telah menerapkan sistem Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK).
2. Visi Fakultas Pertanian 2025–2029
Menjadi pusat unggulan berdaya saing global dalam pendidikan, riset, dan inovasi biomassa tropika untuk ketahanan pangan dan energi berkelanjutan.
3. Sistem Pendidikan Tinggi dan Perkuliahan
Pendidikan tinggi terdiri dari empat elemen utama yaitu mahasiswa, dosen, lulusan, dan institusi. Tujuan pendidikan tinggi adalah mencetak lulusan yang cerdas, kompeten, berintegritas, dan inovatif.
Kompetensi lulusan yang diharapkan meliputi kemampuan berkomunikasi secara lisan dan tertulis, berpikir kritis dan analitis, bekerja dalam tim, menguasai IPTEK, serta mandiri dan bertanggung jawab.
Struktur akademik meliputi jurusan sebagai unit pelaksana akademik di bawah fakultas dan program studi sebagai penyelenggara kurikulum. Beban studi untuk jenjang sarjana berkisar antara 144–160 SKS dalam waktu 4–6 tahun, magister 54–56 SKS (2–4 tahun), dan doktor 42–48 SKS (4–6 tahun). Sistem Kredit Semester (SKS) digunakan dalam proses pembelajaran, di mana 1 SKS setara dengan 50 menit tatap muka, 60 menit penugasan, dan 60 menit aktivitas mandiri per minggu.
Mahasiswa diwajibkan mengambil mata kuliah sesuai kemampuan. Sanksi akademik yang diberlakukan mencakup teguran, nilai E, skorsing, hingga Drop Out (DO). Mahasiswa bisa dikenai DO jika pada semester 4 belum mencapai 90 SKS dengan IPK di bawah 2.00, atau pada semester 8 belum mencapai 80 SKS dengan IPK di bawah 2.00, serta belum menyelesaikan studi dalam 14 semester atau tidak membayar UKT selama dua semester berturut-turut.
4. Norma, Etika, dan Tata Krama Kampus
Mahasiswa dituntut menjaga etika dan sopan santun, seperti berpakaian rapi dan sopan, tidak merokok di area kampus, tidak membuat kegaduhan, serta menjaga nama baik institusi. Mahasiswa juga dilarang menyebarkan ujaran kebencian, fitnah, kekerasan, dan informasi bohong di lingkungan akademik.
5. Hak dan Kewajiban Mahasiswa
Mahasiswa memiliki hak memperoleh pendidikan dan layanan akademik yang berkualitas, bimbingan dari dosen, akses fasilitas kampus, perlindungan terhadap kekerasan dan diskriminasi, serta berpartisipasi dalam organisasi kemahasiswaan.
Kewajiban mahasiswa meliputi pembayaran biaya pendidikan, menaati peraturan kampus, menjaga ketertiban dan keamanan, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, menyelesaikan studi tepat waktu, serta menghormati ilmu pengetahuan dan teknologi.
6. Plagiarisme dalam Dunia Akademik
Plagiarisme adalah tindakan mengambil atau meniru karya ilmiah orang lain tanpa izin atau tanpa mencantumkan sumber. Contohnya termasuk menyalin tugas kuliah, laporan praktikum, dan skripsi. Penyebab umum adalah ketidaktahuan, sikap cuek, dan manajemen waktu yang buruk.
Dampaknya antara lain merusak integritas akademik, menurunkan kualitas lulusan, dan menghambat pengembangan soft skills. Mahasiswa dianjurkan untuk menghindari plagiarisme dengan belajar mengutip yang benar, memahami kode etik akademik, dan mengembangkan kejujuran intelektual.
7. Revolusi Industri 4.0 dan Era Digital
Revolusi industri telah berkembang dari era mekanisasi (1.0), penggunaan listrik (2.0), otomasi dan teknologi informasi (3.0), hingga era digital dan integrasi sistem cerdas (4.0). Ciri utama industri 4.0 adalah kolaborasi antara manusia, mesin, dan sistem berbasis data besar (big data) dan kecerdasan buatan (AI).
Teknologi utama yang berkembang di era ini meliputi Internet of Things (IoT), AI, big data, cloud computing, augmented reality, robotika, dan 3D printing. Dampaknya mencakup perubahan cara kerja, perdagangan, hingga layanan publik. Mahasiswa harus siap menghadapi tantangan ini dengan menjadi adaptif, inovatif, dan kompeten secara digital.
8. Ekosistem Pendidikan Tinggi
Ekosistem pendidikan tinggi terdiri dari seluruh komponen yang saling mendukung dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan inovatif. Unsur-unsur penting meliputi mahasiswa, dosen, program studi, riset, kerja sama, dan inovasi.
Faktor yang mendukung daya saing bangsa dalam inovasi adalah sumber daya manusia (45%), jaringan dan kemitraan (25%), teknologi (20%), dan sumber daya alam (10%).
9. Organisasi Mahasiswa Fakultas Pertanian
Organisasi mahasiswa menjadi sarana untuk mengembangkan soft skills, jiwa kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta jaringan pertemanan. Di Fakultas Pertanian, organisasi mahasiswa antara lain BEM, DPM, HIMASEPERTA, HIMAGRO, HIMAPIR, HMJ THP, PERMA AGT, PERMA TEP, GAMATALA, dan FOSSI.
Manfaat mengikuti organisasi mahasiswa meliputi peningkatan rasa tanggung jawab, kemampuan mengelola kegiatan, kerja sama tim, dan keterlibatan sosial.
10. Nilai dan Karakter Fakultas Pertanian
Fakultas Pertanian memiliki budaya kerja yang dikenal dengan singkatan BERKARYA, yaitu Bersih, Efektif, Religius, Kolaboratif, Akuntabel, Responsif, dan Yakin. Nilai-nilai ini menjadi panduan dalam seluruh aktivitas akademik dan kemahasiswaan.
11. Kemitraan dan Beasiswa
Fakultas Pertanian menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk menunjang kegiatan akademik dan kemahasiswaan, termasuk dalam bentuk program magang dan beasiswa. Beberapa mitra di antaranya adalah PT Adaro, PT Charoen Pokphand, Bank Indonesia, Danam Plus, JHL Merah Putih Kasih, Beasiswa Karya Salemba, dan lainnya.
12. Target Akademik Mahasiswa
Fakultas Pertanian menargetkan agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu (≤ 8 semester), aktif dalam kegiatan kampus, mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta mampu bersaing di tingkat nasional dan global.
PKKMB JURUSAN 2025
PKKMB DAY-4
Rangkuman Materi Agronomi
1. Apa itu Agronomi?
Agronomi adalah ilmu dan teknologi budidaya tanaman secara berkelanjutan untuk menghasilkan dan memanfaatkan tanaman bagi kebutuhan manusia, seperti pangan, pakan, energi, hiasan, obat-obatan, kosmetik, kayu, penutup tanah, dan lainnya. Agronomi juga mencakup praktik penting dalam memelihara serta meningkatkan kualitas tanaman.
2. Cakupan Agronomi:
• Genetika dan pemuliaan tanaman
• Teknologi benih
• Pengelolaan lahan/ilmu tanah
• Budidaya tanaman pangan
• Budidaya tanaman hortikultura
• Budidaya tanaman perkebunan/manajemen perkebunan
• Ilmu pengganggu tanaman (hama, penyakit, gulma)
• Lingkungan tanaman
• Panen dan pasca panen
3. Visi Program Studi Agronomi
Menjadi pusat unggulan (Center of Excellence) yang berdampak di tingkat nasional dan internasional dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi agronomi serta hortikultura untuk mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan.
4. Capaian Pembelajaran (Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023):
• Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta keterampilan spesifik bidang tertentu.
• Kecakapan umum sebagai dasar penguasaan ilmu dan teknologi yang relevan dengan dunia kerja.
• Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk kerja atau studi lanjut, termasuk sertifikasi profesi.
• Kemampuan berpikir kritis, mandiri, dan pembelajar sepanjang hayat.
5. Etika Mahasiswa Agronomi:
• Menghormati dosen dan sesama mahasiswa, berbicara sopan, serta menghargai usaha dosen.
• Tidak membully, menyingkirkan, atau bersikap tidak pantas terhadap sesama mahasiswa.
• Menjaga fasilitas kampus (gedung, laboratorium, lapangan) agar tetap bersih, rapi, dan nyaman.
6. Pentingnya Standar Etika Mahasiswa:
• Etika membentuk karakter mahasiswa.
• Membantu mahasiswa lebih baik dalam perilaku dan sopan santun.
• Membantu memahami nilai moral dan perilaku akademik.
• Membuat mahasiswa lebih disiplin, bertanggung jawab dan peduli sekitar.
Kesimpulan
PKKMB Fakultas Pertanian Universitas Lampung tahun 2025 berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini membantu mahasiswa mengenal lingkungan kampus, sistem perkuliahan, serta peraturan dan etika yang berlaku di dunia akademik.
Melalui materi yang disampaikan oleh para dosen dan pimpinan fakultas, mahasiswa baru dibekali pengetahuan penting untuk memulai kehidupan kuliah. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan semangat belajar.
Dengan adanya PKKMB, mahasiswa baru diharapkan bisa lebih siap dalam menjalani perkuliahan dan aktif berkontribusi di lingkungan kampus.

0 Komentar